Site icon PPKN.NET

Pengertian dan Contoh Penggunaan Auxiliary Verb Lengkap 

Pengertian dan Contoh Penggunaan Auxiliary Verb


PENGERTIAN AUXILIARIES


auxiliary verb adalah – Auxiliaries atau dikenal juga dengan Auxiliary verb ialah kata kerja bantu yang merupakan salah satu jenis kata kerja yang digunakan untuk membantu atau melengkapi kata kerja lain dalam membentuk suatu kalimat yang lengkap atau terstruktur. Umumnya, kata kerja bantu atau auxiliary verb ini terdapat di depan kata kerja utamanya.


Berbeda dengan kata kerja utamanya, auxiliary verb tidak memiliki arti sendiri. Auxiliary verb terdiri dari Primary auxiliary verb (be, do, dan have) dan modal auxiliary verb (can, could, may, might, will, would, shall, should, must, dan ought to).


JENIS DAN CONTOH PENGGUNAAN AUXILIARIES


Seperti yang telah disebutkan di atas, auxiliary verb atau kata kerja bantu terbagi atas beberapa jenis, yaitu Primary Auxiliary Verb dan Modal Auxiliary Verb. Yang mana setiap jenis tersebut memiliki kegunaannya masing-masing.


  1. Primary Auxiliary Verb

Sesuai dengan namanya Primaryatau Primer yang berarti utama, kata kerja bantu ini ialah kata kerja bantu utama yang merupakan salah satu jenis kata kerja bantu yang digunakan untuk memberikan karakter pada bentu tense (waktu) dan tidak menambah makna pada kata kerja utamanya (main verb).


Kata kerja bantu utama atau primary auxiliary verb terbagi atas 3, yaitu sebagai berikut:


a. To Be (Be)

To be atau Be ialah kata kerja yang sangat essensial (penting) yang memiliki banyak kegunaan dalam susunan atau struktur Bahasa Inggris. To be dapat digunakan sebagai kata kerja tindakan (action verb) yang pada semua tensesnya ia mampu berdiri sendiri. Yang termasuk dalam to be ialah : am, is, are, was, were, be, being, been.


Penggunaan auxiliary verb“Be” untuk membentuk kalimat present atau past continuous tense dan jika ditambahkan modal will akan membentuk kalimat future continuous. Contohnya:


Penggunaan “Be” dengan auxiliary verb “have” akan membentuk kalimat present atau past perfect continuous tense. Dan jika ditambahkan pula dnegan modal willakan membentuk kalimat future perfect continuous. Contohnya:


Penggunaan “Be” untuk membentuk kalimat Passive. Contohnya:


b. Have


Have merupakan salah satu verb (kata kerja) yang juga essensial (penting) karena mampu berdiri sendiri hampir dalam semua bentuk tenses. Have ini biasanya digunakan untuk menunjukkan kepemilikan atau kepunyaan. Yang termasuk dalam kata kerja ini ialah : have, has, dan had.

Penggunaan auxiliary verb“Have” membentuk kalimat perfect tense. Contohnya:


Penggunaan “Have” jika dikombinasikan dengan modal untuk menunjukkan possibility (kemungkinan) dimasa lalu. Contohnya:


c. Do


Do digunakan sebagai kata kerja tindakan (action verb) yang mampu berdiri sendiri di semua tensesnya. Kata kerja Do jika digunakan sebagai kata kerja bantu, Do harus dipasangkan dengan kata kerja lain agar menciptakan sebuah kata kerja lengkap. Yang termasuk dalam kata kerja ini ialah : Do, does, dan did.

Penggunaan auxiliary verb“Do” untuk memberikan penekanan pada kalimat indicative (normal) maupun imperative, dan adverb of frequency. Contohnya:


Penggunaan “Do” untuk mengajukan pertanyaan. Dan dapat pula digunakan untuk mengajukan clarifying question yang berhubungan dengan pernyataan negative (negative statement) sebelumnya. Contohnya:


Penggunaan “Do”bersamaan dengan “not” untuk membentuk kalimat negative. Contohnya:


Penggunaan “Do” yang dipadukan dengan kata konjugasi “So” dan “Neither” untuk menunjukkan kesamaan atau perbedaan. Contohnya:


  1. Modal Auxiliary Verb

Modal Auxiliary Verb merupakan kata kerja bantu pengandaian yang digunakan untuk memberikan tambahan makna pada kata kerja utamanya (main verb). Modal Auxiliary Verb dapat digunakan untuk semua subjek (tunggal ataupun jamak). Yang termasuk dalam Modal Auxiliary Verb ialah: can, could, may, might, will, would, shall, should, must, dan ought to.


1. Can


Modal verb ini digunakan untuk menyatakan kemampuan (ability) dan untuk meminta izin (permission). Contoh:


2. Could


Sama halnya dengan Can, namun modal verb ini digunakan untuk menyatakan kemampuan (ability) dimasa lalu dan digunakan untuk meminta izin (permission) untuk melakukan sesuatu di masa lalu (past) ataupun masa depan (future). Contoh:


3. May


Modal verb ini digunakan untuk menyatakan kemungkinan dimasa sekarang dan masa depan serta dapat juga digunakan untuk meminta izin atau bantuan dengan lebih formal dari pada modal verb yang lain seperti can. Contoh:


4. Might


Sama halnya dengan Maymight juga digunakan untuk menyatakan kemungkinan dimasa sekarang (present) dan masa depan (future) dan might juga dapat digunakan untuk meminta izin atau bantuan dengan cara lebih formal dibanding modal verb could. Contoh:


5. Will


Modal verb ini digunakan untuk menyatakan kemauan atau keinginan, juga dapat digunakan untuk membuat keputusan tanpa rencana, serta dapat digunakan untuk membuat prediksi. Contohnya:


6. Would


Sama dengan halnya Willmodal verb would juga dapat digunakan untuk menyatakan keinginan atau kemauan namun lebih sopan. Contoh:


7. Shall


Shall digunakan untuk menawarkan sesuatu ataupun untuk membuat kalimat saran. Contoh:


8. Should


Sama halnya dengan shallmodal verb should digunakan untuk memberi saran dan nasehat. Contoh:


9. Must


Must digunakan untuk menyatakan kalimat kewajiban dan kebutuhan, dan jika mustditambah dengan not maka dapat menjadi kalimat larangan. Contoh:


10. Ought to


Ought to digunakan untuk menunjukkan sesuatu itu benar atau tepat. Contoh:


Demikian ulasan dari PPKN.CO.ID Mengenai Pengertian dan Contoh Penggunaan Auxiliary Verb, Semoga Bermanfaat…


Refrensi Teknologi : KlIKDISINI


Resecent Posts

Exit mobile version