Soal CPNS bidan
A. Soal (Pilihan Ganda A–E)
1. HPHT pasien 12 Maret 2025. Taksiran persalinan (TP) menurut Naegele adalah …
A. 19 November 2025
B. 19 Desember 2025
C. 12 Desember 2025
D. 15 Januari 2026
E. 10 Desember 2025
2. Tanda bahaya trimester III yang memerlukan rujukan segera adalah …
A. Mual ringan pagi hari
B. Edema tungkai ringan sore hari
C. Perdarahan pervaginam
D. Sering berkemih
E. Kram kaki sesekali
3. Diagnosis preeklamsia umumnya bila terdapat …
A. TD ≥140/90 sebelum 20 minggu
B. TD ≥140/90 setelah 20 minggu + proteinuria/manifestasi organ
C. TD ≥160/110 tanpa gejala lain
D. Proteinuria tanpa hipertensi
E. Edema tungkai saja
4. (Lihat Gambar 5) Kunjungan ANC minimal K1 dilakukan pada usia kehamilan …
A. 0–6 minggu
B. <12 minggu
C. 13–24 minggu
D. 25–32 minggu
E. 33–40 minggu
5. Tujuan utama pemeriksaan Leopold I adalah menilai …
A. Bagian terendah janin
B. Letak punggung janin
C. Bagian janin di fundus uteri
D. Penurunan kepala (station)
E. Denyut jantung janin
6. (Lihat Gambar 1) Bila titik pembukaan serviks melampaui garis tindakan, langkah tepat adalah …
A. Observasi saja
B. Antibiotik profilaksis lalu pulangkan
C. Evaluasi penyebab kemajuan lambat dan lakukan tindakan/rujuk sesuai indikasi
D. Langsung episiotomi
E. Tunda 12 jam
7. Indikasi episiotomi (selektif, bukan rutin) yang paling tepat …
A. Semua primigravida
B. Perineum elastis dan bayi kecil
C. Distosia bahu/ancaman robekan berat atau tindakan operatif pervaginam
D. Ibu meminta tanpa indikasi
E. Kala I memanjang
8. (Lihat Gambar 2) Penanganan awal PPH yang paling prioritas adalah …
A. Menunggu kontraksi spontan
B. Stabilisasi ABC dan panggil bantuan (resusitasi awal)
C. Analgesik oral
D. Kateter urin setelah perdarahan berhenti
E. Lab saja
9. Konsep “4T” penyebab PPH: Tone, Tissue, Trauma, dan …
A. Tension
B. Thrombin
C. Temperature
D. Transfer
E. Time
10. Retensio plasenta (plasenta belum lahir >30 menit) dengan perdarahan: tindakan tepat …
A. Tunggu 2 jam
B. Pijat uterus saja
C. Tatalaksana sesuai protokol (uterotonika, evaluasi, tindakan pengeluaran/rujuk)
D. Tokolitik
E. Pulangkan bila stabil
11. Robekan perineum derajat III mengenai …
A. Kulit perineum saja
B. Otot perineum tanpa sfingter
C. Sfingter ani (sebagian/seluruh)
D. Mukosa rektum
E. Serviks
12. IMD idealnya kontak kulit-ke-kulit minimal …
A. 5 menit
B. 15 menit
C. 30 menit
D. 1 jam
E. 2 jam setelah bayi dimandikan
13. (Lihat Gambar 3) Setelah langkah awal, bayi tetap apnea/gasping. Tindakan berikutnya …
A. Minum glukosa
B. Ventilasi tekanan positif (PPV)
C. Kompresi dada langsung
D. Tunda 5 menit
E. Pijat perut
14. (Lihat Gambar 3) Setelah 30 detik PPV efektif, HR tetap <60/menit. Langkah selanjutnya …
A. Hentikan PPV
B. Antibiotik
C. Kompresi dada terkoordinasi dengan PPV dan siapkan rujukan
D. Mandikan bayi
E. Observasi 10 menit
15. Hipotermia bayi baru lahir bila suhu aksila …
A. ≥37,5°C
B. 37,0–37,4°C
C. 36,5–36,9°C
D. <36,5°C
E. <35,0°C saja
16. KMC paling tepat pada …
A. BBLR stabil tanpa distress napas berat
B. Bayi syok
C. Apnea berulang tanpa monitoring
D. Sepsis berat
E. Perlu ventilator
17. (Lihat Gambar 4) Suhu penyimpanan vaksin (umum) yang dianjurkan …
A. -10 s/d -5°C
B. 0 s/d 2°C
C. 2 s/d 8°C
D. 8 s/d 15°C
E. 15 s/d 25°C
18. Vaksin tertentu tidak boleh dibekukan karena …
A. Jadi lebih manis
B. Merusak potensi/efikasi dan meningkatkan reaksi lokal
C. Mempercepat kerja vaksin
D. Hanya mengubah warna tanpa dampak
E. Menurunkan volume vial
19. Kontrasepsi yang dapat dipasang segera setelah plasenta lahir (oleh tenaga terlatih) …
A. IUD
B. Pil kombinasi
C. Kondom saja
D. Suntik DMPA harus ditunda 6 bulan
E. Implant tidak bisa pascapersalinan
20. Pada ibu menyusui <6 minggu postpartum, yang sebaiknya dihindari …
A. Pil progestin saja
B. Implant progestin
C. IUD
D. Kombinasi estrogen-progestin
E. Kondom
21. (Lihat Gambar 6) Metode LARC dengan kegagalan tipikal sangat rendah …
A. Kondom
B. Pil
C. IUD atau implant
D. Kalender
E. Senggama terputus
22. Tujuan utama suplementasi Fe pada ibu hamil …
A. Menaikkan tekanan darah
B. Mencegah anemia dan komplikasi terkait
C. Menghilangkan mual total
D. Mempercepat persalinan
E. Mengurangi kebutuhan protein
23. Pemanfaatan Buku KIA yang paling tepat …
A. Hanya untuk bayi
B. Catatan pelayanan & media edukasi ibu-anak berkesinambungan
C. Pengganti rekam medis faskes
D. Hanya diisi saat persalinan
E. Tidak perlu dibawa saat kontrol
24. Kriteria stunting (TB/U atau PB/U) …
A. Z-score < -1 SD
B. Z-score < -2 SD
C. Z-score < -3 SD saja
D. Z-score > +2 SD
E. BBL <2500 g
25. Mengarah ke endometritis (infeksi nifas) …
A. Lochia rubra hari ke-2 tanpa bau
B. Demam ≥38°C + nyeri tekan uterus + lochia berbau
C. Payudara penuh
D. Mengantuk
E. Nafsu makan meningkat
26. Ikterus muncul dalam 24 jam pertama …
A. Fisiologis, tanpa evaluasi
B. Patologis, perlu evaluasi segera
C. Normal jika menyusu
D. Selalu karena ASI eksklusif
E. Selalu karena kurang sinar matahari
27. Ketuban pecah dini (KPD) adalah …
A. Pecah setelah pembukaan lengkap
B. Pecah sebelum onset persalinan (sebelum his teratur)
C. Pecah saat bayi lahir
D. Pecah saat plasenta lahir
E. Hanya pada primigravida
28. Indikasi rujukan kegawatdaruratan obstetri …
A. Kehamilan normal
B. Mual muntah ringan
C. Eklampsia/kejang pada ibu hamil
D. Bengkak kaki setelah berdiri lama
E. Nyeri punggung ringan
29. “5 moments” hand hygiene meliputi …
A. Hanya setelah kontak pasien
B. Sebelum aseptik saja
C. Sebelum & sesudah kontak pasien, sebelum aseptik, setelah cairan tubuh, setelah lingkungan pasien
D. Hanya saat tangan tampak kotor
E. Cukup sarung tangan tanpa cuci tangan
30. Informed consent berarti …
A. Tanda tangan tanpa penjelasan
B. Bidan memutuskan sendiri
C. Pasien mendapat info (manfaat, risiko, alternatif) lalu setuju sukarela
D. Keluarga selalu menggantikan keputusan pasien
E. Hanya untuk operasi
B. Kunci Jawaban
1 B, 2 C, 3 B, 4 B, 5 C, 6 C, 7 C, 8 B, 9 B, 10 C,
11 C, 12 D, 13 B, 14 C, 15 D, 16 A, 17 C, 18 B, 19 A, 20 D,
21 C, 22 B, 23 B, 24 B, 25 B, 26 B, 27 B, 28 C, 29 C, 30 C.
Terima kasih telah membaca – semoga artikel dari PPKN.CO.ID ini dapat memberi pencerahan dan bisa diterapkan dalam kehidupan sehari‐hari atau dalam skala komunitas.
