Soal PAI SMA tentang Iman kepada Qada dan Qadar
A. Pilihan Ganda (1–20)
1. (Gambar A) Iman kepada qada dan qadar berarti …
A. percaya semua kejadian terjadi kebetulan
B. meyakini Allah menetapkan segala sesuatu, baik/buruk, dan terjadi sesuai ketentuan-Nya
C. yakin manusia tidak perlu berusaha
D. yakin semua peristiwa hanya akibat faktor alam
Jawaban: B. Iman takdir = yakin ketetapan Allah mencakup semuanya.
2. (Gambar A) Perbedaan yang tepat antara qada dan qadar adalah …
A. qada = ukuran; qadar = pelaksanaan
B. qada = ketetapan/keputusan Allah; qadar = ukuran/rincian ketetapan itu (kadar, takaran)
C. qada = pilihan manusia; qadar = paksaan manusia
D. qada dan qadar tidak punya perbedaan
Jawaban: B.
3. (Gambar A) Iman kepada qada dan qadar merupakan rukun iman ke- …
A. 4
B. 5
C. 6
D. 7
Jawaban: C.
4. (Gambar B) Sikap yang paling tepat terkait “doa–usaha–ikhtiar–tawakkal” adalah …
A. tawakkal dulu, usaha belakangan
B. usaha saja cukup tanpa doa
C. berdoa dan berikhtiar sungguh-sungguh, lalu menyerahkan hasil kepada Allah
D. menunggu nasib tanpa melakukan apa-apa
Jawaban: C.
5. (Gambar B) Contoh perilaku ikhtiar dalam konteks belajar adalah …
A. pasrah tanpa belajar
B. menyontek karena “sudah takdir”
C. menyusun jadwal belajar, latihan soal, dan minta bimbingan
D. tidak masuk kelas karena yakin rezeki sudah ditetapkan
Jawaban: C.
6. (Gambar C) Tawakkal yang benar berarti …
A. menyerah total tanpa sebab/usaha
B. bergantung kepada Allah setelah melakukan sebab-sebab yang dibenarkan
C. bergantung hanya pada manusia
D. putus asa bila gagal
Jawaban: B.
7. (Gambar D) Orang yang beriman kepada qada dan qadar ketika mendapat musibah seharusnya …
A. menyalahkan Allah
B. putus asa dan berhenti beribadah
C. sabar, mengambil hikmah, tetap berusaha memperbaiki keadaan
D. menyalahkan orang lain dan dendam
Jawaban: C.
8. (Gambar A) Ayat yang menegaskan “segala sesuatu diciptakan dengan ketentuan (takdir)” adalah …
A. Al-Fatihah: 1
B. Al-Qamar: 49
C. Al-Kafirun: 6
D. Al-Ikhlas: 1
Jawaban: B.
9. (Gambar A) Ayat yang menegaskan musibah telah tertulis sebelum terjadi (Lauh Mahfuz) adalah …
A. Al-Hadid: 22
B. Al-‘Asr: 1
C. Al-Ma’un: 7
D. Al-Fil: 1
Jawaban: A.
10. (Gambar A) Pemahaman yang benar tentang takdir tidak termasuk …
A. Allah Maha Mengetahui segala sesuatu
B. Allah menetapkan ketentuan-Nya
C. manusia bebas berbuat tanpa dimintai pertanggungjawaban
D. manusia tetap wajib berikhtiar
Jawaban: C. Manusia tetap bertanggung jawab atas pilihannya.
11. (Gambar B) Pernyataan paling tepat tentang hubungan ikhtiar dan takdir adalah …
A. ikhtiar meniadakan takdir
B. takdir meniadakan ikhtiar
C. ikhtiar adalah bagian dari sebab yang Allah tetapkan; hasil akhirnya di tangan Allah
D. ikhtiar haram karena melawan ketetapan Allah
Jawaban: C.
12. (Gambar D) Contoh “berbaik sangka kepada Allah” saat hasil tidak sesuai harapan adalah …
A. “Allah tidak adil”
B. “Percuma berdoa”
C. “Saya evaluasi ikhtiar, tetap yakin ada hikmah dan kesempatan memperbaiki diri”
D. “Saya berhenti sekolah”
Jawaban: C.
13. (Gambar C) Sikap yang mencerminkan iman kepada qada dan qadar adalah …
A. sombong saat sukses, putus asa saat gagal
B. mudah menyalahkan keadaan
C. bersyukur saat berhasil dan sabar saat diuji
D. menghalalkan segala cara agar berhasil
Jawaban: C.
14. (Gambar A) Pernyataan yang paling tepat tentang ilmu Allah adalah …
A. Allah mengetahui setelah kejadian terjadi
B. Allah tidak mengetahui pilihan manusia
C. Allah mengetahui sebelum, saat, dan sesudah kejadian
D. Allah hanya mengetahui hal-hal besar
Jawaban: C.
15. (Gambar B) Kalimat “Saya tidak mau belajar karena kalau lulus sudah takdir” menunjukkan sikap …
A. tawakkal
B. malas yang dibungkus dalih takdir (pemahaman keliru)
C. sabar
D. syukur
Jawaban: B.
16. (Gambar A) Istilah takdir yang dikaitkan dengan ketentuan Allah yang terjadi tanpa campur tangan usaha manusia (misalnya jenis kelamin) sering dijelaskan sebagai …
A. muallaq
B. mubram
C. ijtihad
D. qiyas
Jawaban: B.
17. (Gambar B) Contoh takdir muallaq (bergantung ikhtiar) adalah …
A. tempat lahir
B. waktu kematian yang pasti diketahui manusia
C. nilai ujian yang dipengaruhi belajar dan strategi
D. warna kulit
Jawaban: C.
18. (Gambar D) Sikap yang benar setelah berusaha lalu gagal adalah …
A. menyalahkan takdir dan berhenti mencoba
B. evaluasi, memperbaiki usaha, tetap berdoa dan tawakkal
C. iri pada orang lain
D. curang agar berhasil
Jawaban: B.
19. (Gambar C) Pernyataan yang paling tepat tentang doa adalah …
A. doa tidak ada kaitannya dengan ikhtiar
B. doa adalah bentuk ibadah dan permohonan; dilakukan bersama usaha yang baik
C. doa hanya untuk orang tertentu
D. doa berarti menolak takdir
Jawaban: B.
20. (Gambar A) Hikmah beriman kepada qada dan qadar kecuali …
A. hati lebih tenang
B. tidak mudah putus asa
C. menumbuhkan sikap sombong saat sukses
D. lebih sabar dan bersyukur
Jawaban: C. Iman takdir justru menghindarkan dari sombong.
B. Uraian/Esai (21–30)
21. (Gambar A) Jelaskan pengertian iman kepada qada dan qadar dengan bahasamu sendiri.
Jawaban: Meyakini sepenuh hati bahwa Allah menetapkan/menentukan semua kejadian (baik/buruk), Allah Maha Mengetahui, dan semua terjadi sesuai ketentuan-Nya; manusia tetap diperintah berusaha dan akan dimintai pertanggungjawaban.
22. (Gambar A) Jelaskan perbedaan qada dan qadar disertai 1 contoh masing-masing.
Jawaban (contoh):
-
Qada: ketetapan/keputusan Allah secara umum. Contoh: Allah menetapkan manusia akan diuji dalam hidup.
-
Qadar: rincian/ukuran ketetapan itu (kadar). Contoh: bentuk ujian, waktunya, dan kadar kemampuan yang Allah berikan.
23. (Gambar B) Tuliskan urutan sikap yang benar: doa–ikhtiar–tawakkal, dan jelaskan maknanya.
Jawaban: Berdoa memohon pertolongan Allah → ikhtiar/usaha maksimal dengan cara halal → tawakkal menyerahkan hasil kepada Allah sambil tetap ridha dan evaluasi.
24. (Gambar C) Mengapa tawakkal tidak sama dengan pasrah tanpa usaha?
Jawaban: Karena Islam memerintahkan mengambil sebab (usaha) dan bekerja; tawakkal adalah bersandar pada Allah setelah melakukan sebab yang dibenarkan.
25. (Gambar D) Beri 3 contoh sikap sabar dan syukur yang menunjukkan iman kepada qada dan qadar.
Jawaban (contoh): (1) bersyukur dan tidak sombong saat sukses, (2) sabar saat gagal lalu memperbaiki strategi, (3) menerima musibah dengan tidak menyalahkan Allah dan tetap berbuat baik.
26. (Gambar A) Jelaskan perbedaan takdir mubram dan muallaq.
Jawaban:
-
Mubram: ketentuan Allah yang pasti terjadi (contoh: kelahiran, jenis kelamin).
-
Muallaq: ketentuan yang terkait ikhtiar/doa (contoh: prestasi belajar, keterampilan).
27. (Gambar B) Buat satu kasus (cerita singkat) tentang siswa yang salah memahami takdir, lalu perbaiki pemahamannya.
Jawaban (contoh): Siswa berkata “tak usah belajar, kalau lulus ya lulus.” Koreksi: belajar adalah kewajiban ikhtiar; hasil diserahkan pada Allah. Dalih takdir tidak boleh dipakai untuk membenarkan kemalasan.
28. (Gambar C) Apa dampak negatif jika seseorang sering menyalahkan takdir untuk menutupi kesalahan?
Jawaban: Jadi malas memperbaiki diri, tidak bertanggung jawab, mudah putus asa, meremehkan dosa/kelalaian, hubungan sosial memburuk karena suka menyalahkan pihak lain.
29. (Gambar D) Sebutkan 2 hikmah iman kepada qada dan qadar dalam kehidupan sosial (bermasyarakat).
Jawaban (contoh): Lebih optimis dan tidak mudah panik; mudah memaafkan/menahan emosi; tidak iri berlebihan; lebih adil dan rendah hati.
30. (Gambar A) Jelaskan hubungan “usaha manusia” dan “ketetapan Allah” tanpa terjebak fatalisme.
Jawaban: Allah menetapkan hukum sebab-akibat dan memerintahkan manusia berusaha; usaha adalah bagian dari takdir Allah. Manusia memilih dan bertanggung jawab, sedangkan hasil akhir terjadi dengan izin dan ketetapan Allah.
Terima kasih telah membaca – semoga artikel dari PPKN.CO.ID ini dapat memberi pencerahan dan bisa diterapkan dalam kehidupan sehari‐hari atau dalam skala komunitas.
