Site icon PPKN.NET

Soal PPPK Nutrisionis

Soal PPPK Nutrisionis


  1. Indikator yang paling tepat untuk menilai status gizi dewasa secara cepat pada survei lapangan adalah …
    A. Lingkar kepala
    B. Indeks Massa Tubuh (IMT)
    C. Tinggi badan menurut umur
    D. LILA bayi
    E. Rasio pinggang-panggul pada anak
    Jawaban: B – IMT cepat dan umum untuk dewasa.
  2. BB 70 kg, TB 1,75 m. IMT adalah …
    A. 20,0 B. 21,2 C. 22,9 D. 24,5 E. 25,9
    Jawaban: C – 70/(1,75²)=22,86≈22,9.
  3. (Lihat grafik IMT di PDF) IMT 31 termasuk …
    A. Kurus B. Normal C. Overweight D. Obes E. Tidak dapat ditentukan
    Jawaban: D – IMT ≥30 = obes.
  4. (Lihat gambar “Isi Piringku” di PDF) Proporsi sayur dianjurkan …
    A. 1/6 B. 1/4 C. 1/3 D. 1/2 E. 2/3
    Jawaban: C – Sayur ±1/3 piring (ilustrasi piring seimbang).
  5. Metode untuk menggambarkan asupan individu 24 jam terakhir adalah …
    A. FFQ B. Weighed record 7 hari C. Recall 24 jam D. Food balance sheet E. Household survey
    Jawaban: C
  6. Tujuan utama fortifikasi pangan adalah …
    A. Meningkatkan cita rasa
    B. Menambah variasi menu
    C. Menambah zat gizi tertentu untuk mencegah defisiensi
    D. Mengurangi harga pangan
    E. Mengurangi kandungan air
    Jawaban: C
  7. (Lihat piramida gizi di PDF) Makanan pokok di dasar karena …
    A. Paling mahal
    B. Paling tinggi vitamin
    C. Sumber energi utama dan porsi terbesar
    D. Paling rendah kalori
    E. Hanya untuk anak
    Jawaban: C
  8. Definisi stunting berdasarkan TB/U adalah …
    A. Z-score TB/U < -2 SD
    B. Z-score BB/U < -2 SD
    C. Z-score BB/TB > +2 SD
    D. Z-score IMT/U > +1 SD
    E. Z-score TB/U > +2 SD
    Jawaban: A
  9. (Lihat ilustrasi kurva z-score di PDF) Titik di bawah -2 SD cenderung …
    A. Normal B. Gizi lebih C. Risiko gizi lebih D. Defisit (sesuai indikator) E. Obes
    Jawaban: D
  10. (Lihat tabel Hb di PDF) Hb < 11 g/dL pada ibu hamil termasuk …
    A. Anemia B. Polisitemia C. Hiperglikemia D. Dehidrasi E. Normal
    Jawaban: A
  11. Intervensi pencegahan anemia pada remaja putri yang tepat …
    A. Vitamin C saja
    B. TTD (Fe-folat) + edukasi pangan sumber Fe
    C. Batasi protein
    D. Kurangi sayur hijau
    E. Hindari aktivitas fisik
    Jawaban: B
  12. Zat gizi yang meningkatkan absorpsi Fe non-heme …
    A. Kafein B. Asam fitat C. Kalsium dosis tinggi D. Vitamin C E. Tanin
    Jawaban: D
  13. Sumber protein hewani tinggi mutu adalah …
    A. Tahu B. Tempe C. Telur D. Singkong E. Ubi
    Jawaban: C
  14. Urutan Nutrition Care Process (NCP) adalah …
    A. Diagnosis–Skrining–Monitoring–Intervensi
    B. Asesmen–Diagnosis–Intervensi–Monitoring/Evaluasi
    C. Intervensi–Asesmen–Diagnosis–Evaluasi
    D. Edukasi–Konseling–Penyuluhan–Evaluasi
    E. Skrining–Evaluasi–Diagnosis–Intervensi
    Jawaban: B
  15. Indikator keberhasilan edukasi diet jangka menengah pada DM tipe 2 …
    A. TD meningkat B. HbA1c menurun C. Lingkar kepala naik D. TB naik cepat E. Hb naik
    Jawaban: B
  16. Diet yang sesuai untuk hipertensi adalah …
    A. Tinggi garam & lemak jenuh
    B. Rendah natrium dan tinggi buah-sayur
    C. Tinggi gula sederhana
    D. Rendah protein ketat
    E. Tinggi alkohol
    Jawaban: B
  17. Pada disfagia, bentuk makanan yang umumnya paling aman …
    A. Cair encer
    B. Cair kental/nectar-thick atau puree sesuai asesmen
    C. Tekstur keras
    D. Kering rapuh
    E. Bersoda
    Jawaban: B
  18. Pangan tinggi serat larut adalah …
    A. Dedak padi B. Oat C. Kulit ayam D. Mentega E. Gula pasir
    Jawaban: B
  19. FIFO dalam pengelolaan bahan makanan berarti …
    A. First In First Out B. Fast In Fast Out C. Food In Food Out D. First In Fresh Out E. Fast In First Out
    Jawaban: A
  20. (Lihat pie makro di PDF) Jika energi 2.000 kkal/hari, lemak 30% = …
    A. 200 B. 300 C. 500 D. 600 E. 900
    Jawaban: D – 0,30×2000=600 kkal.
  21. Jika energi lemak 600 kkal/hari, kebutuhan lemak (9 kkal/gram) …
    A. 45 g B. 55 g C. 60 g D. 67 g E. 75 g
    Jawaban: D – 600/9=66,7 g.
  22. (Lihat rumus ringkas di PDF) Perhitungan kebutuhan energi total berdasar BMR×aktivitas disebut …
    A. TEF saja B. TEE C. RDA D. BMI E. PALM
    Jawaban: B
  23. Zona suhu bahaya pertumbuhan bakteri (danger zone) umumnya …
    A. 0–5°C B. 5–60°C C. 60–100°C D. -10–0°C E. 100–120°C
    Jawaban: B
  24. (Lihat diagram HACCP di PDF) Langkah awal penerapan HACCP setelah membentuk tim adalah …
    A. Tindakan koreksi
    B. Menyusun diagram alir proses
    C. Menentukan batas kritis
    D. Menetapkan monitoring
    E. Menetapkan verifikasi
    Jawaban: B
  25. Pada balita diare akut, rekomendasi makan yang tepat …
    A. Hentikan makan
    B. Cairan saja tanpa makanan
    C. Lanjutkan ASI & makanan sesuai toleransi, porsi kecil sering
    D. Batasi semua protein
    E. Minuman manis saja
    Jawaban: C
  26. Indikator paling tepat untuk wasting pada balita adalah …
    A. TB/U B. BB/U C. BB/TB atau IMT/U D. LILA dewasa E. Lingkar kepala
    Jawaban: C
  27. Suplemen yang sering direkomendasikan pada bayi 0–6 bulan ASI eksklusif (sesuai kebijakan setempat) …
    A. Vitamin D B. Vitamin K harian C. Fe dosis tinggi sejak lahir D. Asam folat E. Kalsium
    Jawaban: A
  28. Teknik konseling paling efektif untuk perubahan perilaku …
    A. Menghakimi
    B. Ceramah panjang
    C. Kolaboratif + goal setting SMART
    D. Target tanpa diskusi
    E. Hindari umpan balik
    Jawaban: C
  29. CKD pra-dialisis dengan hiperkalemia sebaiknya membatasi asupan tinggi …
    A. Kalium B. Natrium C. Vitamin C D. Serat E. Air putih
    Jawaban: A
  30. Format diagnosis gizi yang memuat Problem–Etiology–Signs/Symptoms adalah …
    A. SOAP B. PES C. MUST D. FFQ E. FIFO
    Jawaban: B

Terima kasih telah membaca – Semoga artikel dari PPKN.CO.ID  ini dapat memberi pencerahan dan bisa diterapkan dalam kehidupan sehari‐hari atau dalam skala komunitas.

Exit mobile version