Soal PPPK Perawat Etika Profesi Dan Legal

Diposting pada

Soal PPPK Perawat Etika Profesi Dan Legal

soal PPPK perawat etika profesi dan legal


Berikut 50 soal PPPK Perawat – Etika Profesi & Legal beserta kunci jawaban (format pilihan ganda A–D).


1. Prinsip etika menghormati hak pasien untuk menentukan pilihan disebut…
A. Beneficence
B. Nonmaleficence
C. Autonomy
D. Justice
Jawaban: C


2. Prinsip etika berbuat baik untuk pasien disebut…
A. Beneficence
B. Fidelity
C. Veracity
D. Justice
Jawaban: A


3. Prinsip etika tidak merugikan pasien disebut…
A. Justice
B. Autonomy
C. Nonmaleficence
D. Confidentiality
Jawaban: C


4. Perawat membagi waktu dan sumber daya secara adil pada semua pasien merupakan penerapan…
A. Justice
B. Autonomy
C. Fidelity
D. Veracity
Jawaban: A


5. Perawat menepati janji dan komitmen profesional pada pasien termasuk prinsip…
A. Fidelity
B. Veracity
C. Accountability
D. Advocacy
Jawaban: A


6. Prinsip etika mengatakan kebenaran disebut…
A. Justice
B. Veracity
C. Autonomy
D. Beneficence
Jawaban: B


7. Tindakan perawat melindungi hak dan kepentingan pasien disebut…
A. Accountability
B. Advocacy
C. Delegation
D. Justice
Jawaban: B


8. Contoh pelanggaran kerahasiaan adalah…
A. Diskusi kasus di ruang perawat untuk tindak lanjut
B. Menyebut diagnosis pasien di media sosial
C. Memberi edukasi obat pada pasien
D. Mencatat perkembangan pasien di rekam medis
Jawaban: B


9. Informed consent paling tepat didefinisikan sebagai…
A. Persetujuan lisan tanpa penjelasan
B. Persetujuan setelah pasien mendapat informasi cukup dan memahami
C. Persetujuan keluarga tanpa pasien
D. Persetujuan perawat untuk tindakan medis
Jawaban: B


10. Dalam situasi gawat darurat mengancam nyawa, tindakan tanpa consent dapat dilakukan berdasarkan…
A. Autonomy penuh
B. Implied consent (persetujuan tersirat)
C. Delegasi perawat
D. Rahasia jabatan
Jawaban: B


11. Syarat consent yang sah, kecuali…
A. Diberi secara sukarela
B. Pasien kompeten
C. Informasi memadai
D. Perawat menandatangani sebagai penentu tindakan
Jawaban: D


12. Jika pasien menolak tindakan setelah penjelasan, perawat sebaiknya…
A. Memaksa demi keselamatan
B. Menghargai keputusan, dokumentasikan, dan laporkan sesuai prosedur
C. Mengabaikan dan tetap melakukan tindakan
D. Menyalahkan pasien
Jawaban: B


13. Tindakan perawat yang sesuai aspek legal adalah…
A. Melakukan tindakan di luar kewenangan karena diminta keluarga
B. Menjalankan tindakan sesuai kompetensi dan SOP
C. Mengubah catatan medis agar terlihat rapi
D. Mengganti instruksi dokter tanpa konfirmasi
Jawaban: B


14. Dokumentasi keperawatan yang baik harus…
A. Ditulis belakangan saat sempat
B. Lengkap, akurat, tepat waktu, dan objektif
C. Disingkat berlebihan agar cepat
D. Ditulis berdasarkan perkiraan
Jawaban: B


15. Menghapus catatan yang salah pada rekam medis paling benar adalah…
A. Dihapus dengan tip-ex
B. Dihilangkan lalu ditulis ulang
C. Dicoret satu garis, paraf, tulis koreksi yang benar
D. Dibiarkan saja
Jawaban: C


16. “Negligence/kelalaian” dalam praktik keperawatan terjadi saat…
A. Perawat melakukan tindakan sesuai SOP
B. Perawat tidak melakukan standar kehati-hatian sehingga pasien dirugikan
C. Pasien menolak tindakan
D. Keluarga meminta tindakan tambahan
Jawaban: B


17. Unsur penting malpraktik/kelalaian, kecuali…
A. Ada kewajiban (duty)
B. Ada pelanggaran (breach)
C. Ada kerugian (damage)
D. Ada hadiah/imbalan (reward)
Jawaban: D


18. Contoh “assault” dalam konteks pelayanan kesehatan adalah…
A. Menjelaskan prosedur pada pasien
B. Mengancam akan menyuntik pasien yang menolak
C. Mendokumentasikan kondisi pasien
D. Memberikan edukasi diet
Jawaban: B


19. Contoh “battery” adalah…
A. Menyentuh pasien untuk pemeriksaan setelah consent
B. Melakukan tindakan tanpa persetujuan pasien yang kompeten
C. Mengukur tekanan darah
D. Memberi obat sesuai instruksi
Jawaban: B


20. Prinsip “do no harm” paling dekat dengan…
A. Justice
B. Nonmaleficence
C. Fidelity
D. Veracity
Jawaban: B


21. Saat menerima delegasi tindakan dari dokter, perawat wajib…
A. Menerima semua delegasi
B. Menilai kompetensi diri dan kewenangan, serta memastikan instruksi jelas
C. Menolak semua delegasi
D. Menyerahkan ke keluarga
Jawaban: B


22. Delegasi tugas keperawatan kepada tenaga lain harus memperhatikan…
A. Kedekatan personal
B. Kompetensi penerima, kondisi pasien, dan supervisi
C. Kecepatan kerja saja
D. Jam pulang
Jawaban: B


23. Pelanggaran etika “conflict of interest” dapat terjadi ketika perawat…
A. Menolak gratifikasi dari pasien
B. Menerima imbalan untuk mengutamakan pasien tertentu
C. Menjalankan SOP
D. Melaporkan insiden
Jawaban: B


24. Jika terjadi insiden keselamatan pasien, tindakan paling tepat adalah…
A. Menyembunyikan agar tidak bermasalah
B. Melaporkan sesuai sistem pelaporan insiden dan lakukan tindakan segera
C. Menyalahkan rekan kerja
D. Menghapus dokumentasi
Jawaban: B


25. Kerahasiaan medis boleh dibuka jika…
A. Tetangga pasien bertanya
B. Untuk kepentingan hukum/ketentuan peraturan dan berwenang
C. Teman dekat ingin tahu
D. Perawat penasaran
Jawaban: B


26. Perawat boleh memberikan informasi kondisi pasien kepada keluarga jika…
A. Keluarga memaksa
B. Ada izin pasien/ketentuan yang berlaku dan sesuai kewenangan
C. Keluarga membawa hadiah
D. Keluarga mengancam
Jawaban: B


27. Sikap profesional saat pasien marah adalah…
A. Membalas dengan emosi
B. Tetap tenang, dengarkan, validasi, dan cari solusi sesuai prosedur
C. Mengabaikan pasien
D. Mengusir keluarga
Jawaban: B


28. Etika “respect for persons” mencakup…
A. Menghakimi gaya hidup pasien
B. Menghargai martabat, privasi, dan pilihan pasien
C. Memprioritaskan pasien tertentu
D. Menolak pasien sulit
Jawaban: B


29. Pelanggaran “privacy” adalah…
A. Menutup tirai saat tindakan
B. Membuka pakaian pasien tanpa perlu di depan umum
C. Menjelaskan prosedur pada pasien
D. Meminta izin sebelum pemeriksaan
Jawaban: B


30. Aspek legal dalam pemberian obat yang benar adalah prinsip…
A. 3 benar
B. 5 benar/6 benar pemberian obat sesuai kebijakan
C. 2 benar
D. 1 benar
Jawaban: B


31. Jika perawat memberikan obat pada pasien yang salah, itu termasuk…
A. Near miss
B. Adverse event/insiden keselamatan pasien
C. Tidak masalah
D. Variasi normal
Jawaban: B


32. Near miss adalah…
A. Kejadian cedera pasien
B. Insiden yang hampir terjadi tetapi tidak sampai mencederai pasien
C. Kejadian pasti menimbulkan cedera
D. Kejadian yang tidak perlu dilaporkan
Jawaban: B


33. Bukti legal utama praktik keperawatan di pengadilan sering berasal dari…
A. Cerita teman
B. Dokumentasi/rekam medis
C. Spekulasi
D. Opini keluarga
Jawaban: B


34. Dalam etika keperawatan, “accountability” berarti…
A. Tidak perlu bertanggung jawab
B. Bertanggung jawab atas tindakan dan keputusan profesional
C. Menyalahkan tim
D. Menghindar dari konsekuensi
Jawaban: B


35. “Responsibility” berbeda dari “accountability” karena responsibility lebih terkait…
A. Kewajiban menjalankan tugas
B. Hukuman pidana
C. Rahasia jabatan
D. Keputusan pasien
Jawaban: A


36. Saat pasien meminta menghentikan tindakan yang sedang berjalan dan pasien kompeten, perawat…
A. Tetap lanjut sampai selesai
B. Menghentikan, evaluasi, dan komunikasikan pada tim medis
C. Mengabaikan
D. Mengganti tindakan lain tanpa izin
Jawaban: B


37. Etika penelitian pada manusia menekankan…
A. Manipulasi data
B. Persetujuan, kerahasiaan, dan perlindungan subjek
C. Memaksa partisipasi
D. Mengutamakan keuntungan peneliti
Jawaban: B


38. Perawat yang bekerja sesuai standar profesi dan SOP berarti menjalankan…
A. Praktik ilegal
B. Praktik profesional sesuai regulasi
C. Praktik bebas tanpa aturan
D. Praktik berdasarkan asumsi
Jawaban: B


39. Jika perawat menemukan instruksi dokter berpotensi membahayakan, perawat harus…
A. Menjalankan saja
B. Klarifikasi/konfirmasi dan komunikasikan segera
C. Diam
D. Mengubah sendiri
Jawaban: B


40. Contoh pelanggaran “scope of practice” adalah…
A. Mengkaji nyeri pasien
B. Memberi injeksi sesuai kewenangan
C. Melakukan tindakan medis invasif tanpa kewenangan
D. Memberi edukasi perawatan luka
Jawaban: C


41. Dalam hukum, “duty of care” artinya…
A. Hak pasien menolak
B. Kewajiban memberi asuhan sesuai standar
C. Kewajiban pasien membayar
D. Kewajiban keluarga menunggu
Jawaban: B


42. Etika “confidentiality” bertujuan untuk…
A. Membatasi komunikasi tim
B. Melindungi informasi pasien agar tidak disalahgunakan
C. Menyulitkan pasien
D. Meningkatkan gosip
Jawaban: B


43. Komunikasi SBAR berguna untuk…
A. Menambah konflik
B. Meningkatkan keselamatan pasien dan komunikasi efektif
C. Mengganti dokumentasi
D. Mengurangi tanggung jawab
Jawaban: B


44. Asuhan keperawatan harus non-diskriminatif berdasarkan…
A. Status sosial
B. Suku/agama/ras
C. Prinsip keadilan dan martabat manusia
D. Kedekatan dengan perawat
Jawaban: C


45. Jika terjadi dugaan kekerasan pada anak, perawat…
A. Mengabaikan karena urusan keluarga
B. Melakukan asesmen, dokumentasi, dan melaporkan sesuai prosedur hukum/RS
C. Menyebarkan ke media sosial
D. Menanyakan ke tetangga
Jawaban: B


46. Tindakan “good faith” dalam praktik berarti…
A. Bertindak asal-asalan
B. Bertindak dengan itikad baik sesuai standar
C. Menutupi kesalahan
D. Menghindari pasien kompleks
Jawaban: B


47. Etika profesional dalam penggunaan media sosial oleh perawat adalah…
A. Boleh unggah foto pasien jika lucu
B. Tidak mengunggah informasi/identitas pasien dan menjaga profesionalisme
C. Boleh menyebut nama pasien tanpa foto
D. Boleh membocorkan kasus jika tanpa tanggal
Jawaban: B


48. Pernyataan paling tepat tentang “informed refusal” adalah…
A. Tidak perlu dicatat
B. Penolakan pasien setelah mendapat informasi harus didokumentasikan
C. Perawat boleh memaksa
D. Hanya berlaku untuk pasien anak
Jawaban: B


49. Jika pasien tidak kompeten (misalnya penurunan kesadaran), consent biasanya diberikan oleh…
A. Teman pasien
B. Keluarga/ wali sah sesuai ketentuan
C. Perawat
D. Satpam
Jawaban: B


50. Tujuan utama kode etik profesi perawat adalah…
A. Membatasi karier perawat
B. Menjadi pedoman perilaku profesional dan melindungi pasien
C. Menggantikan hukum
D. Menghilangkan tanggung jawab
Jawaban: B


Terima kasih telah membaca – Semoga artikel dari PPKN.CO.ID  ini dapat memberi pencerahan dan bisa diterapkan dalam kehidupan sehari‐hari atau dalam skala komunitas.